Beberkan Cara Mudah Hack Akun Facebook, Peneliti Ini Diganjar Rp. 200 Juta

Pojok Cyber – Apabila seorang pengguna facebook lupa password akun facebooknya, maka pengguna Facebook tersebut bisa langsung mengunjungi halaman khusus untuk recovery yang telah disediakan oleh Facebook.

Maka Facebook akan mengirimkan kode verifikasi sebanyak 6 digit ke alamat email atau nomor ponsel yang digunakan pada akun Facebooknya tersebut, untuk me-reset kembali password.

Secara teoritis, kode verifikasi tersebut akan sangat sulit dihack atau dijebol, hal ini dikarenakan Facebook akan memblokir akses ke akun tersebut, apabila pengguna salah memasukkan kode sebanyak lebih dari 10 kali.
Ilustrasi hack/membuka/login akun facebook


Tetapi, sebagaimana dirangkum oleh Pojok Cyber dari Cnet melalui KompasTekno yang memberitakannya pada Kamis (10/3/2016), Anand Prakesh, seorang pemburu bug dan peneliti komputer bug asal India menemukan bahwa metode recovery password di atas ternyata berlaku hanya untuk domain utama Facebook, tepatnya di alamat www.Facebook.com.

Prakesh mengutarakan bahwa halaman beta Facebook di domain mbasic.beta.Facebook.com  dan beta.Facebook.com ternyata tidak dilengkapi proteksi yang serupa sebagaimana pada domain utama Facebook.

Anand Prakesh pun bereksperimen untuk menjebol atau meng-hack akunnya sendiri dengan metode atau teknik brute force dan dia berhasil melakukan hack akun facebooknya sendiri. Dia bisa me-reset password dan membuat kata kunci baru.

Dalam postingan di blog pribadinya yang berisi tentang penjelasan teknik hacking itu nya, Prakesh menuliskan, "Selanjutnya, saya bisa menggunakan kata kunci baru tersebut untuk log in ke dalam akun.”

Metode brute force attack seperti yang dilakukan oleh Anand Prakesh di atas, terbilang enteng untuk hacker, mengingat hampir semua peretas yang berpengalaman mampu melakukan hal tersebut.

Anand Prakesh Diganjar Rp 200 juta
Kelemahan fatal seperti yang ditemukan oleh Anand Prakesh tentu akan berimplikasi luar biasa untuk Facebook. Kita bisa membayangkan, bagaimana jika seorang atau sekelompok hacker bisa dengan mudah memperoleh akses penuh terhadap akun Facebook seseorang.

Tentu saja hal tersebut termasuk foto, pesan-pesan pribadi, dan bahkan informasi debit atau kartu kredit yang tersimpan di dalam opsi pembayaran Facebook.

Anand Prakesh, sang peneliti komputer tersebut memang tidak berniat buruk.

Hasil temuan Prakesh tersebut, dilaporkan kepada Facebook pada 22 Februari 2016 yang lalu. Pihak pengelola jejaring sosial itu pun bereaksi cepat dan langsung menambal lubang keamanan sesuai laporan.

Prakesh pun diganjar hadiah uang senilai 15.000 dollar AS atau hampir Rp 200 juta atas jasanya menemukan risiko sekuriti sebelum sempat dieksploitasi oleh hacker jahat.

"Hai Anand, setelah me-Review masalah yang Anda laporkan, kami memutuskan untuk memberi hadiah 15.000 dollar AS yang akan disalurkan lewat bugbountypayments.com," tulis Facebook kepada Prakesh lewat sebuah pesan.

Pemberian hadiah bagi penemu celah keamanan merupakan praktik wajar di kalangan raksasa-raksasa teknologi Silicon Valley. Selain Facebook, Microsoft dan Google juga melakukan hal serupa.





Related Post:

No comments:

Post a Comment

Mohon maaf apabila ada komentar (baik dari facebook, google plus, dll) yang belum dan bahkan tidak dibalas oleh admin.....

Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya